Selasa, Januari 9

Penggunaan Persneling Mobil Matic Sesuai Dengan Fungsi Agar Aman Dan Nyaman Berkendara

Mobil matic yang menggunakan transmisi automatic semakin diminati konsumen terutama yang tinggal di kota-kota besar, yang jalanannya sering mengalami kemacetan.

cara mengendarai mobil matic di tanjakan
Kemudahan dan keyamanan yang ditawarkan mobil matic, karena tidak perlu repot dan lelah menginjak pedal kompling ketika pergantian persneling dijalan yang macet, menjadi alasan utama.

Namun seperti yang sedikit dibahas pada artikel “Pentingkah menguasai caramengendarai mobil matic yang benar” bahwa kecanggihan teknologi automatic bukanlah tanpa resiko.

Dalam beberapa kasus kecelakaan seperti kasus mobil yang terjun dari atas gedung parkir atau tiba-tiba nyelonong di jalan dan menabrak kendaraan lain, lebih banyak disebabkan faktor manusia yaitu cara menggunakan mobil matic yang tidak benar, salah satunya disebabkan pengemudi yang belum paham mengenai mekanisme tuas transmisi pada mobil matic.

Pengemudi harus memahami arti simbol (huruf dan angka) pada persneling mobil matic dan menggunakan sesuai fungsinya.

Mobil dengan transmisi otomatis dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan, ke posisi tertentu. Umumnya, posisi tuas disusun berdasarkan format P-R-N-D-3-2-L.

Persneling mobil matic pada posisi P (Parking)

Ini adalah posisi untuk kendaraan parkir, transmisi mengunci roda, sehingga kendaraan tidak bisa didorong maju atau mundur.
Persneling P ini digunakan ketika berhenti lama atau dalam kondisi parkir.
Mesin hanya bisa dihidupkan dalam posisi P atau posisi N. Namun hanya pada posisi inilah kunci mobil bisa dicabut.

Persneling mobil matic pada posisi R (Reverse)

Persneling R adalah posisi untuk memundurkan kendaraan. Injaklah pedal rem dan pastikan kendaraan sudah dalam kondisi berhenti sebelum memindahkan persneling dalam posisi R. Lepaskan pedal rem perlahan-lahan untuk mencegah mobil berjalan mundur dengan cepat.

Persneling mobil matic pada posisi N (Neutral)  

Posisi netral merupakan Kondisi mesin dan roda tidak terkunci transmisi, sehingga mobil bisa di dorong maju atau mundur.

Seperti halnya pada posisi P, dalam posisi ini mesin mobil juga bisa dihidupkan, namun kunci mobil tidak bisa dicabut.

Pastikan kondisi jalanan menanjak atau menurun, ketika berhenti dengan posisi ini. Untuk menghindari mobil berjalan sendiri.

Persneling mobil matic pada posisi D (Drive)

Digunakan untuk berjalan maju pada kondisi normal. Persneling mobil matic pada posisi ini merupakan posisi ‘Top gear’ yang dirancang secara otomatis agar mesin berada pada kecepatan terbaik mengemudi dalam berbagai kondisi.

Posisi D ini bisa digunakan pada kondisi jalan datar atau sedikit tanjakan/ turunan.

Persneling mobil matic pada posisi 2/S (Second)

Posisi persneling untuk berjalan maju di jalan dengan kondisi naik atau turun yang agak curam. Posisi ini juga disebut “second gear” perseneling 2 yang digunakan pada kondisi membutuhkan tenaga besar seperti menanjak curam.

Pada kondisi jalan menurun curam posisi S ini perlu digunakan karena berfungsi mengurangi kecepatan (engine break).

Penggunaan persneling 2/ S ini banyak digunakan di gedung2 parkir bertingkat ataupun daerah pegunungan yang naik turun.

Untuk jalan menurun tajam yang panjang pastikan selalu menggunakan persneling S untuk mengurangi kecepatan (engine break) dan menghindari terlalu lama/ sering menginjak pedal rem, yang bisa menimbulkan terbakarnya kampas rem.

Persneling mobil matic pada posisi 1/L (Low)

Merupakan Posisi transmisi paling rendah (Low) yang digunakan pada posisi maju pada tanjakan atau turunan yang sangat curam.

Penggunaan transmisi 2/ S atau 1/ L digunakan sesuai dengan kondisi tanjakan/ turunan serta beban muatan. Jika menggunakan persneling S dirasa masih kurang kuat/ terasa masih berat, segera pindahkan ke posisi L.


Dengan memahami fungsi posisi persneling mobil matic ini diharapkan pengemudi bisa mengendarainya dengan aman dan nyaman. Penggunaan persneling yang sesuai juga membuat mesin mobil khususnya pada bagiana transmisi lebih awet dan lebih hemat bahan bakar.

Senin, Januari 8

Pentingkah Menguasai Cara Mengendarai Mobil Matic Yang Benar ?!

Walaupun mengemudi mobil matic relatif lebih mudah dibanding mobil transmisi manual, namun mengerti cara mengendarai mobil matic yang benar diperlukan agar kecanggihan teknologi matic tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal. Pengemudi tidak hanya bisa menikmati kenyamanan mobil matic yang menggunakan transmisi otomatis untuk perpindahan gigi, dengan cara pengoperasian yang cukup mudah, serta tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi penggunanya, tapi juga menjaga agar bahan bakar lebih irit dan mesin tidak cepat rusak.

Kemudahan sistem transmisi automatic yang boleh dikata tinggal injak pedal gas sudah jalan, tanpa repot menginjak pedal kopling untuk pergantian persneling, bukan tanpa resiko. Dalam beberapa kejadian kecelakaan yang melibatkan mobil matic juga disebabkan pengemudi yang tidak menguasai cara mengemudi mobil matic yang benar.

Cara Menggunakan Mobil Matic
Tidak berfungsinya teknologi canggih ini, juga beberapa kerusakan mesin, umumnya juga di sebabkan cara menyetir mobil matic yang tidak benar. Teknologi yang diterapkan pada mobil matic paling irit sekalipun tidak akan perfungsi dengan baik, bahkan cenderung lebih boros dari pada mobil manual, juga disebabkan hal tersebut.

Cara mengendarai mobil matic di tanjakan, apalagi jika kondisi jalan macet, juga perlu untuk dikuasai, hal ini karena terkait dengan keselamatan dan keawetan mesin mobil. Penggunaan persneling mobil matic dan rem tangan (hand rem) perlu disesuaikan dengan kondisi jalan.

Sebenarnya cara mengemudi mobil matic atau manual tidak ada bedanya, bahkan relatif lebih mudah, cukup hanya dengan menginjak pedal gas, mengontrol setir dan tentu saja menginjak pedal rem jika diperlukan. Sedangkan ketika kondisi jalanan macet ataupun ditanjakan, adakalanya penggunaan rem tangan diperlukan.

Orang yang terbiasa mengendarai  mobil transmisi manual hanya butuh waktu penyesuaian sebentar untuk membiasakan diri mengendarai mobil matic.
Perbedaan yang jelas antara mobil matic dengan manual, yaitu tidak adanya pedal/ pijakan kopling yang biasanya digunakan setiap kali mau melakukan perpindahan gigi persneling pada mobil transimisi manual. Pada mobil matic atau transmisi otomatis tidak ada pijakan kopling tersebut, yang ada hanya pijakan rem dan gas.

Sa’at ini banyak mobil keluaran terbaru yang menggunakan teknologi matic, yang merupakan kependekan dari automatic, dengan berbagai fitur yang canggih. Namun pada prinsipnya cara mengendarai mobil matic berbagai merk kendaraan juga sama saja, baik mobil matic Agya, Ayla, Avanza, Fortuner, Grand Livina, Innova, Nissan Serena, Yaris ataupun merk lainnya.

Selain mencari referensi lewat internet, kursus stir mobil juga bagus untuk belajar Cara menggunakan mobil matic. Terjangkaunya biaya Kursus Stir Mobil cukup menarik minat para pemilik mobil keluaran terbaru untuk ikut kursus.

Mobil Toyota Terbaru Harga Dibawah 100 Juta ?!
Dengan ikut kursus tidak hanya mendapat teori cara mengendarai mobil matic secara benar, namun juga langsung latihan praktek di jalanan. Sehingga peserta kursus akan lebih cepat bisa dan secara mental lebih siap beradaptasi dalam situasi yang nyata dengan berbagai kondisi jalan serta prilaku pengemudi lain.  Dan tentu saja hasilnya akan lebih bagus dibanding belajar secara simulasi dengan game latihan stir mobil.

Terkadang ada tempat kursus mobil yang juga menyediakan jasa pengurusan surat ijin mengemudi (SIM). Dengan sistem paket kursus dan pembuatan sim, biaya yang dibayarkan sudah termasuk biaya kursus stir mobil dan pembuatan sim.

Cara mengemudi mobil yang benar, baik mobil matic atau manual bukan sekedar masalah teknis mengemudi saja, tapi juga masalah mental. Mengerti serta menaati aturan/ rambu lalu lintas, adab berkendara di jalan raya maupun kemampuan mengendalikan emosi juga membantu kelancaran dan keselamatan berkendara.

Kemudahan membeli mobil, baik karena rendahnya uang muka atau angsuran serta banyak diproduksinya mobil murah, seperti misalnya mobil Toyota terbaru harga dibawah 100 juta atau mobil bekas murah dibawah 30 juta, membuat masyarakat mudah untuk memiliki mobil sendiri.


Kemampuan memiliki mobil sendiri tanpa diimbangi kemampuan mengemudi yang baik, bisa berakibat buruk. Seperti misalnya pengemudi mobil baru yang mengemudikan mobil seperti layaknya mengendarai motor yang luwes untuk menyalip di sela-sela kendaraan lain, tentu akan berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan raya.

Jadi seberapa pentingkah mengusai cara mengemudi mobil matic yang benar menurut Anda ?